situs iklan klik

Wednesday, December 1, 2010

SEBATAS CURHATAN

Semangat pejuang ialah pantang menyerah meski darah telah berakhir. Tak ubahnya dengan kita para pejuang kehidupan, hendaknya semangat harus terus dinomor satukan.
Entah apa yang akan terjadi pada diriku. Apakah aku akan menjadi orang yang gagal? Entahlah, hanya Allah yang tau akan rencana hidupku. Aku merasa kesulitan dalam menjalani perkuliahan ini. Banyak waktu yang terbuang sia-sia karena aku tak memanfaatkanya seperti orang pada umumnya. Akan tetapi aku tak bisa hanya menyalahkan diriku sendiri. Banyak pula usaha yang telah aku lakukan agar aku bisa terus bertahan menjalani perkuliahan yang benar-benar sukar ku jalani ini. Memang orang begitu mudah menilai kenapa aku tak seperti dia yang sukses dalam menjalani perkuliahanya tepat pada waktunya? Ya, itulah manusia yang hanya dan selalu menilai sebagai penikmat kehidupan bukan sebagai orang yang menjalani atau sebagai pemeran dalam tokoh kehidupan yang mereka komentari. Apakah aku akan menjadi orang yang gagal? Pertanyaan itu selalu muncul ketika aku dilanda kesedihan seakan prustasi dengan apa yang sedang kujalani ini. Tak pernah aku bisa menjalani perkuliahan dengan hati yang tenang karena selalu gelisah akan kesulitan yang ada pada diriku. Hal itu yang membuat konsentrasi perkuliahanku terganggu. Aku tak tahu apakah aku harus menyesal mengambil keputusan untuk berkuliah atau tepatnya berkuliah di kota ini yang sangat tidak mendukung dengan kelemahan-kelemahan pada diri ini. Dari dulu aku sudah mengenal diriku sendiri bahwa aku sulit untuk bersosialisasi, akan tetapi sifat sombong yang ada menjadikan aku untuk terus mencoba dan mencoba bahwa aku bisa menjalani perkuliahan di daerah orang. Nampaknya tekadku tak sesuai dengan kenyataan yang ada, hingga sampai saat inipun, aku memang merasa sulit untuk bersosialisasi dan kemungkinan itu yang menjadi penyebab gagalnya aku dalam menjalani perkuliahan sekarang ini, namun itupun tak bisa aku persalahkan, karena setau dan sebisa aku, aku telah berusaha keras untuk menangani permasalahan itu. Mungkin karena kultur dan situasi yang berbeda yang ada pada kampusku, sehingga aku memang tak bisa mendapatkan apa yang kuharapkan seperti yang diperoleh teman-temanku di kampus mereka. Aku juga pernha dalam kesedihanku berpikir apa karena aku tak sepintar kawan-kawan tunanetra lainya hingga aku sulit sekali mendapatkan teman? Dan fenomena yang aku temui tak seperti yang kutanyakan. Karena ada temanku yang lebih pintar dari aku nyatanya malah dia gagal jika aku katakan demikian karena aku mampu untuk terus berjalan dalam perjalanan yang penuh duri sementara dia mundur. Lagi-lagi aku hanya seorang manusia yang tak mungkin mengetahui rencana tuhan yang akan terjadi pada manusia. Aku hanya memandang temanku mundur maka dia berarti telah gagal, akan tetapi siapa yang tau rencana tuhan? Apakah aku terus berjalan dengan berbagai kesulitan bisa dikatakan aku tak gagal? Entahlah, yang pasti aku akan menjalani kesukaran-kesukaran ini dengan perisai semangatku meski kini perisai itu telah rusak. Sekarang aku hanya bisa pasrah dan berjuang sebisa mungkin agar aku tak terjatuh, di semester depanlah yang sangat menentukan, apakah aku masih bisa terus berkuliah atau terhenti langkahku sampai disitu? Tetapi doa dan keinginanku ak bisa terus hingga selesai demi kebanggaan orang tuaku.

No comments:

Post a Comment

please your messege!comment please!