situs iklan klik

Thursday, December 9, 2010

CONTOH BUAT SKRIPSI

Puisi.pdf PEMBELAJARAN MENULIS PUISI BERBASIS PERTANIAN MELALUI TEKNIK PANCINGAN-KATA KUNCI DI SMP NEGERI 2 SELO Ditulis untuk Dikompetisikan pada Lomba Keberhasilan Guru dalam Pembelajaran Tingkat Nasional Departemen Pendidikan Nasional Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Direktorat Tenaga Kependidikan Tahun 2004 Ditulis oleh : ESROQ HERU PRASETYO, M.Hum. Guru SMP Negeri 2 Selo Pengajar Bahasa Indonesia 10 September 2004 PENGESAHAN Telah disahkan untuk dikompetisikan pada Lomba Keberhasilan Guru dalam Pembelajaran Tingkat Nasional Tahun 2004, diselenggarakan oleh Departemen Pendidikan Nasional melalui Direktorat Tenaga Kependidikan, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah. Boyolali, 10 September 2004 Kepala SMP Negeri 2 Selo Esroq Heru Prasetyo, M.Hum. NIP 131767871 KATA PENGANTAR Penulis wajib bersyukur kepada Allah SWT karena anugerah kekuatan dan kemudahan dari-Nya semata selama persiapan, pelaksanaan pembelajaran, dan penulisan laporan, akhirnya karya tulis bidang pendidikan ini dapat disajikan untuk dilombakan. Karya tulis ini Penulis beri judul, Pembelajaran Menulis Puisi Berbasis Pertanian melalui Teknik Pancingan-Kata Kunci di SMP Negeri 2 Selo, dengan maksud untuk mendeskripsikan ihwal pembelajaran menulis puisi dan keberhasilan yang sudah dapat dicapai oleh siswa. Penulis meyakini, melalui teknik pancingan-kata kunci dapat mengantarkan siswa menjadi terampil menulis puisi. Melalui teknik pancingan-kata kunci, siswa dibiasakan dengan unsur-unsur pendukung karya puisi berupa pencarian gagasan, pemilihan kata, dan penciptaan rima yang hidup. Dengan strategi pembelajaran seperti itu, siswa mampu menulis puisi dengan baik. Banyak pihak yang telah memberikan saran dan sumbangan ide-ide. Untuk itu, Penulis wajib mengucapkan terima kasih kepada 1. Rekan-rekan guru Bahasa Indonesia, yang telah menyampaikan banyak hal, sejak persiapan dan selama pembelajaran. 2. Eni Setyawati, istri penulis; Igegiara Prasetyawati Ulfah, Inggar Prasetyawati Nisrina, dan Iftinadia Rahma Prasetyawati Melania, ketiga putriku yang senantiasa menyemangati dalam berkarya. Penulis berharap kritik dan saran dari berbagai pihak yang terkait, semoga karya ini dapat tampil lebih sempurna. Akhirnya, mudah-mudahan keberdaan karya tulis bisa memberikan tambahan wawasan bagi pemerhati masalah pendidikan; khususnya sedikit menopang upaya pengemasan pembelajaran bahasa dan sastra yang menarik di sekolah. Penulis SURAT PERNYATAAN Yang bertanda tangan di bawah ini, saya : table with 6 columns and 4 rows Nama : Esroq Heru Prasetyo, M.Hum.   NIP : 131767871   Jabatan : Guru SMP Negeri 2 Selo   Menyatakan dengan sesungguhnya bahwa karya Pembelajaran table end Menulis Puisi Berbasis Pertanian melalui Teknik Pancingan Kata- Kunci di SMP Negeri 2 Selo tulis ini adalah benar-benar karya penulis sendiri. Boyolali, 2 Mei 2004 Yang membuat pernyataan, Esroq Heru Prasetyo, M.Hum. Mengetahui Kepala SMP Negeri 2 Selo Esroq Heru Prasetyo, M.Hum. NIP 131767871 DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL …………………………………………………………………… i HALAMAN PENGESAHAN …………………………………………………………. ii KATA PENGANTAR ………………………………………………………………… iii SURAT PERNYATAAN …………………………………………………………... v DAFTAR ISI …………………………………………………………………………… vi BAB I PENDAHULUAN ………………………………………………………... 1 A. Latar Belakang …………………………………………………………… 1 B. Ruang Lingkup ……………………………………………………………. 2 C. Tujuan dan Manfaat ………………………………………………………. 5 D. Sajian Definisi dan Istilah ……………………………………………. 7 BAB II LAPORAN KEGIATAN YANG DILAKUKAN ………………………… 9 A. Penyusunan Program Pembelajaran ……………………………………… 9 B. Penyajian Program Pembelajaran ………………………………………... 14 C. Penilaian Proses dan Hasil Pembelajaran ………………………………. 19 BAB III LAPORAN HASIL …………..………………………………………….. . 22 BAB IV PENUTUP ……………………………………………………………….. 28 A. Kesimpulan ……………………………………………………………… 28 B. Saran …………………………………………………………………….. 28 LAMPIRAN-LAMPIRAN 1. Daftar Pustaka ………………………………………………………………… 29 2. Lampiran Puisi Karya Siswa ………………………………………………… 31 3. SK (Surat Keputusan) Pengangkatan Pertama ………………………………… 32 4. Biodata ………………………………………………………………………… 32 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Asumsi banyak guru menyatakankan bahwa “pembelajaran menulis kreatif puisi sukar dilaksanakan” atau tepatnya hampir mustahil dilaksanakan. Akibatnya sang guru kerap menjadikan menulis puisi sebagai tugas pengganti karena ketidakhadirannya di dalam kelas. Betapa disia-siakannya pembelajaran menulis puisi itu. Lebih jauh lagi, para siswa akan semakin antipati terhadap genre karya sastra ini. Kemampuan bersastra kelas VII (2003:13) tampak pada kutipan tabel berikut ini: table with 3 columns and 2 rows Kompetensi Dasar Indikator Materi Pokok   Menulis kreatif puisi · Mampu menulis puisi yang berisi gagasan sendiri · Mampu menampilkan pilihan kata yang tepat dan rima yang menarik untuk menyampaikan maksud/ide · Teks puisi table end Menulis kreatif puisi merupakan bagian dari ekspresi sastra dalam standar kompetensi bahan kajian bahasa Indonesia (Kurikulum 2004, F nomor 6). Ada dua jenis ekspresi sastra yakni menulis karya sastra dan melisankan karya sastra. Dalam karya tulis ini lebih ditekankan pada wujud aktivitas siswa dalam mengekspresikan pikiran, perasaan, dan imajinasi dengan menggunakan bahasa tulis. Salah satu upaya inovatif untuk mengemas pembelajaran menulis kreatif puisi adalah melalui aplikasi teknik pancingan-kata kunci. Pada awalnya, guru bertindak sebagai pemancing dengan menawarkan kata kunci yang bernuansa lingkungan misalnya bidang pertanian. Waktu berikutnya, para siswa dengan daya imajinasinya mengembangkan kata kunci itu menjadi baris-baris puisi, begitu seterusnya. Secara sistematis, para siswa akan terbiasa memadukan kemampuan berimajinasi dengan kata kunci untuk membuahkan sebuah karya kreatif yang berbentuk puisi. Teknik pembelajaran dengan konteks yang lebih intens adalah pemilihan kata-kata kunci bernuansa lingkungan hidup. Mengingat para siswa SMP Negeri 2 Selo berlatar tempat tinggal di kawasan bukit, lembah, dan lereng Gunung Merapi daan Merbabu, maka cukup signifikan bila nuansa lingkungan itu diselaraskan dengan seluk-beluk pertanian. B. Ruang Lingkup Siswa SMP Negeri 2 Selo yang berasal dari lereng Gunung Merbabu dan Merapi, tentunya cukup akrab dengan hamparan ladang, perbukitan, dan berhawa dingin. Kadar kepedulian siswa terhadap lingkungan yang kental dengan suasana pegunungan ini, diklasifikasikan menjadi tiga kelompok yakni kondisi siswa yang peduli, cukup peduli, dan tidak peduli terhadap lingkungannya. 1. Kondisi Siswa yang Peduli Berdasarkan angket dan pengamatan yang dilakukan, sebanyak 55% siswa memiliki kepedulian terhadap lingkungannya. Kepedulian siswa ini tampak sikap dan tindakannya yang penuh pertimbangan dalam memperlakukan lingkungan. Indikator kondisi siswa yang peduli ini antara lain : a. mampu memahami pentingnya menjaga kelestarian hutan b. mampu memahami mencegah ancaman erosi di wilayah pegunungan c. mampu memahami besarnya fungsi reboisasi d. mampu memahami penggunaan air bersih e. mampu memahami penjagaan kesuburan tanah f. mampu menghindari perilaku yang menyimpang terhadap lingkungan g. mampu memahami informasi baru tentang program pelestarian lingkungan yang diprakarsai oleh aparat desa h. mampu bekerja sama dengan kelompok taruna desa dalam upaya menjaga lingkungan i. mampu mengimplementasikan anjuran orang tua tentang penjagaan lingkungan j. mampu menyampaikan anjuran kepada rekan sebayanya supaya peduli terhadap lingkungannya Siswa yang memiliki kepedulian ini tampak nyata dalam kegiatan diskusi di dalam kelas. Siswa tipe ini mampu menuangkan pengalaman nyatanya dalam karya puisi yang padat dan penuh makna. Nilai-nilai kepedulian terhadap lingkungan banyak tersirat dalam puisi yang diciptaanya. Yang menjadi permasalahan adalah sejauh mana siswa yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan mampu menulis puisi dengan dengan baik? 2. Kondisi Siswa yang Cukup Peduli Sebanyak 25% siswa SMP Negeri 2 Selo cukup memiliki kepedulian terhadap lingkungan. Indikator cukup peduli ini tampak pada butir-butir berikut ini: table with 11 columns and 14 rows a. cukup memahami pentingnya menjaga kelestarian hutan   b. cukup memahami mencegah ancaman erosi di wilayah pegunungan   c. cukup memahami besarnya fungsi reboisasi   d. cukup memahami penggunaan air bersih   e. cukup memahami penjagaan kesuburan tanah   f. cukup menghindari perilaku yang menyimpang terhadap lingkungan   g. cukup memahami informasi baru tentang program pelestarian lingkungan   yang    diprakarsai oleh aparat desa       h. cukup bisa bekerja sama dengan kelompok taruna desa dalam upaya menjaga    lingkungan       i. cukup dapat mengimplementasikan anjuran orang tua tentang penjaga an lingkungan     j. cukup bisa menyampaikan anjuran kepada rekan sebayanya supay a peduli ter hadap    lingkungannya        Kelompok siswa yang cukup memiliki kepedulian ini perlu mendapat arahan dari table end guru, orang tua, dan pemuka masyarakat supaya memiliki kepedulian yang penuh terhadap lingkungannya. Yang menjadi permasalahan adalah mengapa siswa yang cukup/kurang memiliki kepedulian terhadap lingkungan kurang mampu menulis puisi dengan baik? 3. Kondisi Siswa yang Tidak Peduli Sebanyak 20% siswa SMP Negeri 2 Selo yang tidak memiliki kepedulian terhadap lingkungannya. Indikator ketidakpedulian ini tampak pada butir-butir di bawah ini: a. tidak mampu memahami pentingnya menjaga kelestarian hutan b. tidak mampu memahami mencegah ancaman erosi di wilayah pegunungan c. tidak mampu memahami besarnya fungsi reboisasi d. tidak mampu memahami penggunaan air bersih e. tidak mampu memahami penjagaan kesuburan tanah f. tidak mampu menghindari perilaku yang menyimpang terhadap lingkungan g. tidak mampu memahami informasi baru tentang program pelestarian lingkungan yang diprakarsai oleh aparat desa h. tidak bisa bekerja sama dengan kelompok taruna desa dalam upaya menjaga lingkungan i. tidak dapat mengimplementasikan anjuran orang tua tentang penjagaan lingkungan j. tidak bisa menyampaikan anjuran kepada rekan sebayanya supaya peduli terhadap lingkungannya Kelompok siswa yang cenderung masa bodoh terhadap lingkungannya ini harus mendapat perhatian sungguh-sungguh supaya tumbuh sikap empati pada lingkungannya. Yang menjadi permasalahan adalah bagaimana teknik pancingan kata kunci dapat meningkatkan kemampuan menulis puisi dengan baik? C. Tujuan dan Manfaat Tujuan dan manfaat yang diperoleh berkaitan dengan penyusunan program, penyajian program, penilaian proses dan hasil adalah sebagai berikut : 1. Tujuan table with 3 columns and 2 rows Penyusunan Program Penyajian Program Penilaian Proses dan Hasil   Merencanakan a. Kegiatan pendahuluan a. Guru menyampaikan pertanyaan pembuka untuk membangkitkan motivasi belajar Siswa menyampaikan pengalaman hidup, menyampaikan kesu litan-kesulitan, menye butkan keuntungan menulis puisi Siswa aktif mendapat nilai proses table end table with 3 columns and 3 rows Menyiapkan b. Kegiatan inti 1) Pembagian puisi 2) Pengenalan tipo grafi puisi 3) Penugasan -mencermati kata-kata -membuat seba ris puisi -menilai puisi model -menulis puisi bertema ling kungan 4) Berdiskusi I 5) Pemajangan karya 6) Pembacaan puisi 7) Penilaian baca puisi 8) Diskusi lanjutan I 9) Pemberian tanggap an 10) Diskusi II 11) Pembacaan puisi II 12) Pemajangan karya 13) Penilaian baca puisi 14) Diskusi lanjutan II 15) Pemberian tanggap an Guru memfasilitasi, me ngenalkan tipografi pu isi, dan penugasan-pe nugasan terprogram Siswa mengenal puisi model, memahaminya, melakukan langkah langkah pembelajaran yang sistematis Guru menilai proses pemahaman puisi seca ra individual, proses diskusi. Guru menilai hasil puisi yang dipajang dan tanggapan Siswa menyadari inten sitas aktivitas selama pembelajaran Siswa meningkatkan aktivitasnya selama pembelajaran menu lis puisi   Merencanakan c. Kegiatan penutup 1) Melakukan refleksi 2) Tugas pengayaan 3) Penguatan penguatan Guru mengajak mereflek si kegiatan, menyampai kan pengayaan, dan penguatan Siswa merefleksi proses dan hasil penulisan puisi, membuat puisi, menyi mak penguatan penguatan Guru menilai puisi yang ditulis siswa   Menyiapkan materi materi pembelajaran    table end yang menunjang b. Manfaat table with 3 columns and 6 rows Penyusunan Program Penyajian Program Penilaian Proses dan Hasil   1. Deskripsi skenario pembelajaran jelas an tara kegiatan awal, in ti, dan penutup Kegiatan awal, inti, dan penutup dapat dilaksanakan dengan cermat Nilai proses selama kegiatan awal, inti, dan penutup dapat dilaksanakan   1. Durasi waktu dapat dikontrol dengan cer mat Rentang kegiatan awal, inti, daan penutup dapat dikontrol    2. Kegiatan guru akan terkontrol Dominasi kegiatan guru dapat dikurangi    3. Kegiatan siswa dapat didata lebih rinci dan variatif Aktivitas siswa lebih banyak dapat dilaksanakan dengan bervariasi Nilai proses dan hasil lebih akurat   4. Tumpang-tindih kegiatan dapat dihin dari Pembelajaran dapat terlaksana dengan sistema tis, efektif, dan menarik   table end D. Sajian Definisi dan Istilah 1. Amanat adalah merupakan kesan yang ditangkap pembaca setelah membaca puisi. Sikap dan pengalaman pembaca sangat berpengaruh kepada amanat puisi (Waluyo, 2002:40) 2. Berbasis Pertanian adalah menjadikan ihwal pertanian sebagai basis atau dasar (KBBI, 2001:111) 3. Gagasan adalah ide atau pikiran penyair yang mendasari terciptanya sebuah karya setelah melalui perenungan yang intens 4. Kata Kunci adalah kata pokok yang dijadikan pangkal untuk mengekplorasi pilihan kata yang dimiliki siswa 5. Menulis adalah berkarya (atau mencipta karya puisi) dengan menggunakan bahasa tulis 6. Pembelajaran adalah suatu upaya yang disengaja dan direncanakan sedemikian rupa oleh pihak guru sehingga memungkinkan terciptanya suasana dan aktivitas belajar yang kondusif bagi para siswanya (Jamaluddin, 2003:9) 7. Pilihan Kata adalah kata-kata menjadi pilihan penyair dengan memperhatikan aspek dan efek pengucapan (Waluyo, 2002:3) 8. Puisi adalah limpahan perasaan yang meluap-luap yang timbul dari renungan dalam ketenteraman (Wordsworth, dalam Atmazaki, 1993:5) 9. Rima adalah persamaan bunyi akhir kata. Bunyi itu berulang secara terpola dan biasanya terdapat di akhir baris sajak, tetapi kadang-kadang juga terdapat di awal ataau di tengah baris (Atmazaki, 1993 80) 10. Teknik Pancingan adalah cara khusus yang dipilih guru untuk merangsang daya kreasi siswa supaya memiliki kemampuan yang terlatih BAB II LAPORAN PEMBELAJARAN MENULIS PUISI YANG AKTIF-ATRAKTIF-KREATIF Pembelajaran menulis puisi yang menarik bisa diciptakan oleh guru dimulai dari penyusunaan program yang bernuansa aktif-atraktif-kreatif. Hanya yang perlu digarisbawahi sejak awal adalah dominansi pembelajaran itu tetap pada diri siswa, sementara guru berlaku sebagai fasilitator, motivator, dan inspirator awal saja. Selanjutnya implementasi program pembelajaran itu dalam penyajian dan penilaian pembelajaran yang menyenangkan. A. Penyusunan Program Menulis Puisi yang Aktif-Atraktif-Kreatif Perencanaan pembelajaran yang dikemas untuk menampung laku siswa yang aktifatraktif- kreatif adalah langkah awal untuk mewujudkan pelaksanaan pembelajaran yang menarik dan memberi kesan mendalam bagi siswa. a. RENCANA PEMBELAJARAN table with 2 columns and 8 rows Mata Pelajaran : Bahasa dan Sastra Indonesia   Tema : Lingkungan   Unit : 3   Kelas/ Semester : VII/ 2   Pertemuan ke : 5 dan 6   Alokasi Waktu : 4 jam pelajaran   1) Kompetensi Dasar    · Menulis kreatif puisi   table end 2) Indikator • Mampu menulis puisi yang berisi gagasan sendiri • Mampu menampilkan pilihan kata yang tepat dan rima yang menarik untuk menyampaikan maksud/ide 3) Materi Pokok • Teks puisi 4) Skenario Pembelajaran table with 5 columns and 4 rows No   Kegiatan Waktu Metode   1 a. b. Pendahuluan Guru bertanya tentang pengalaman siswa dalam menulis puisi. Guru bertanya tentang pengalaman menulis puisi bertema lingkungan. 7’ Tanya jawab   2 a. Kegiatan Inti Siswa mencermati contoh puisi bertema      b. c. d. e. f. g. h. i. j. lingkungan. Siswa memperhatikan tipografi puisi yang dipakai sebagai peraga : · Judul puisi · Teknik penulisan baris-baris dan bait-bait puisi · Teknik penuangan gagasan dalam puisi · Teknik penampilan pilihan kata dan rima yang menarik Siswa membaca sekilas puisi model dengan memperhatikan pilihan kata dan rima Siswa mencermati kata-kata punci pada puisi model Siswa berlatih mengembangkan kata kunci yang dipilihkan guru Siswa menemukan kata-kata kunci Siswa menulis puisi bertema lingkungan Siswa mendiskusikan penulisan puisi ciptaannya yang baik dalam kelompok. Siswa memajangkan puisi ciptaannya sesuai dengan kelompoknya pada tempat yang tersedia. Siswa (wakil dari kelompok) membacakannya 165’ Penugasan Demonstrasi Inkuiri Diskusi table end table with 5 columns and 2 rows   k. l. m. n. o. p. q. r. ke depan kelas. Siswa menilai puisi teman kelompok lain yang dipajang pada tempat pemajangan: · Gagasan · Pilihan kata · Rima Siswa mendiskusikan kembali hasil temuannya dalam kelompok awal. Siswa memberikan tanggapan atas temuan temuannya pada puisi dari kelompok lain. Siswa membentuk kelompok baru beranggotakan 7-8 orang. Siswa mendiskusikan kembali puisi ciptaannya dalam kelompok baru. Siswa (wakil dari kelompok baru) membacakan puisi ke depan kelas. Siswa menilai puisi teman lain kelompok yang dipajang secara umum. Siswa memberikan tanggapan atas pembacaan puisi dari kelompok lain.     3 a. b. c. Penutup Guru bersama-sama dengan siswa mengadakan refleksi terhadap proses dan hasil penulisan puisi. Guru memberikan tugas pengayaan membuat puisi bertema lingkungan. Guru memberi penguatan 8’ Refleksi Penugasan table end 5) Media/ Sumber Pembelajaran · Puisi model · Puisi-puisi ciptaan siswa 6) Penilaian · Penilaian proses dilaksanakan selama pembelajaran berlangsung • Kesungguhan • Keberanian • Ketenangan · Penilaian hasil kerja individu dan kelompok • Keorisinilan ide • Ketepatan pilihan kata • Kreativitas pemilihan rima Selo, 9 Juni 2004 Mengetahui Guru Mata Pelajaran, Kepala SMP Negeri 2 Selo Esroq Heru Prasetyo,M.Hum. Esroq Heru Prasetyo, M.Hum. NIP 131767871 b. TUJUAN PEMBELAJARAN Pembelajaran menulis yang dilaksanakan dengan standar kompetensi yang akan dicapai yaitu : • Mampu mengungkapkan pikiran, pendapat, gagasan, dan perasaan dalam berbagai bentuk tulisan sastra: menulis puisi baru dan menulis puisi lama (pantun) Setelah pembelajaran dilaksanakan dalam dua kali pertemuan (@ 90 menit) diharapakan dapat tercapai tujuan pembelajaran khususnya dengan indikator yaitu : • Mampu menulis puisi yang berisi gagasan sendiri • Mampu menampilkan pilihan kata yang tepat dan rima yang menarik untuk menyampaikan maksud/ide c. MATERI PEMBELAJARAN 1. Menulis puisi Menulis puisi merupakan salah satu bentuk ekspresi sastra. Para siswa terlibat langsung dalam penuangan ide estetikanya yang dikemas dengan daya imajinasi, lantas terciptalah sebuah karya puisi. Kadar kualitas karya siswa sejalan dengan tingkat kematangan berimajinasi dan pergulatan batin-sastrawinya. Siswa yang terlatih memakai imajinya, tentu bakal menghasilkan karya yang semakin membaik. 2. Puisi bertema lingkungan Mengutip pernyataan Indra (2002:38) bahwa tema lingkungan hidup itu dapat dipilah menjadi subtema kekaguman terhadap keindahan lingkungan hidup, serta keprihatinan terhadap kerusakan lingkungan hidup. Hamparan tanaman nan hijau, pepohonan yang kokoh-berdaun lebat, dan panorama perbukitan yang tertata elok-alamiah merupakan bukti kekaguman terhadap lingkungan. Sebaliknya, erosi yang memilukan, sejuta kubik tanah longsor, hutan yang merintih, tanah tandus, dan lahan gersang adalah simbol-simbol keprihatinan terhadap lingkungan hidup. 3. Contoh puisi bertema lingkungan HUTAN, JALAK, DAN POHON JAMBU Hujan turun semalaman. Paginya jalak berkicau dan daun jambu bersemi: mereka tidak mengenal gurindam dan peribahasa, tapi menghayati adat kita yang purba tahu kapan harus berbuat sesuatu agar kita, manusia, merasa bahagia. Mereka tidak pernah bisa menguraikan hakikat kata-kata mutiara, tapi tahu kapan harus berbuat sesuatu, agar kita merasa tidak sepenuhmya sia-sia Karya Sapardi Djoko Damono RINDUKU PADA HUTAN rinduku pada hutan menghirup udaranya memandang rimbunnya hijau daunnya sepinya rinduku pada hutan menginjak rumputnya embunnya rinduku pada hutan mendengar kicau burungnya teriakan sang kera auman harimau kegesitan kijang atau ular yang melata rinduku pada hutan rindunya kehidupan Karya Evelyn R.A. B. Penyajian Program Pembelajaran Program pembelajaran diawali dengan kegiatan pra KBM, sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai. Kegiatan Belajar Mengajar dilaksanakan selama empat jam pelajaran atau dua kali tatap muka @ 90 menit. Pembelajaran diakhiri dengan kegiatan pasca KBM untuk memperkaya pemahaman siswa. 1. Deskripsi Kegiatan table with 4 columns and 3 rows NO KEGIATAN WAKTU RINCIAN KEGIATAN   1 Pra KBM 120 menit · Menemukan puisi bertema lingkungan · Membaca puisi bertema lingkungan dengan memperhatikan pilihan kata dan penetapan rima · Menulis puisi bertema lingkungan · Menemukan amanat puisi · Mengenali kreativitas bahasa puisi   2 KBM (Kegiatan Belajar Mengajar) 180 menit a. Pendahuluan 1. Guru bertanya tentang pengalaman siswa dalam menulis puisi dan keuntungan yang diperoleh. 2. Guru bertanya tentang pengalaman menulis puisi dan manfaat bagi orang lain. b. Kegiatan Inti 1. Siswa mencermati contoh puisi bertema lingkungan. 2. Siswa memperhatikan tipografi puisi bertema lingkungan : · Judul table end · Teknik penulisan : baris, bait · Teknik penuangan gagasan : mengawali puisi, mengembangkan isi puisi, dan mengakhiri puisi · Teknik pengembangan imajinasi 3. Siswa mencermati kata-kata kunci 4. Siswa berlatih menulis baris-baris puisi berdasarkan kata-kata kunci yang ditentukan 5. Siswa menilai puisi model. 6. Siswa menulis puisi bertema lingkungan secara utuh 7. Siswa mendiskusikan penulisan puisi ciptaannya yang baik dalam kelompok. 8. Siswa memajangkan puisi ciptaannya sesuai dengan kelompoknya pada tempat yang tersedia. 9. Siswa (wakil dari kelompok) membacakannya ke depan kelas. 10. Siswa menilai puisi teman kelompok lain : · ide pengalaman pribadi, · pilihan kata · rima · amanat, · kreativitas bahasa 11. Siswa mendiskusikan kembali hasil temuannya dalam kelompok awal. 12. Siswa memberikan tanggapan atas temuan temuannya dari puisi dari kelompok lain. 13. Siswa membentuk kelompok baru beranggotakan 7-8 orang. 14. Siswa mendiskusikan kembali puisi ciptaannya dalam kelompok baru. 15. Siswa (wakil dari kelompok baru) membacakan puisi ke depan kelas. 16. Siswa menilai puisi buatan teman lain kelompok secara umum. 17. Siswa memberikan tanggapan atas penilaian puisi dari kelompok lain. c. Penutup 1. Guru bersama-sama dengan siswa mengadakan refleksi terhadap proses dan hasil penulisan puisi bertema lingkungan. table with 4 columns and 2 rows     2. Guru memberikan tugas pengayaan membuat puisi bertema lingkungan. 3. Guru memberi penguatan   3 Pasca KBM 180 menit · Siswa membaca beberapa puisi lain bertema lingkungan · Siswa menyusun sebuah tugas kokurikuler table end 2. Pelaksanaan Pembelajaran Menulis Puisi yang Aktif-Atraktif-Kreatif Pelaksanaan pembelajaran menulis puisi di dalam kelas ditunjukkan oleh aktivitas siswa yang berupa : a. Mencermati kata kunci model Contoh : • lahan • rumput • bukit b. Mengembangkan kata kunci dalam baris Contoh : • keringat petani memenuhi lahan nan subur • rumput hijau menjadi saksi kerja mereka • pada bukit itu hidupnya bergantung c. Mengembangkan kata kunci dalam bait Contoh : • keringat petani memenuhi lahan nan subur rumput hijau menjadi saksi kerja mereka pada bukit itu hidupnya bergantung d. Menulis puisi utuh Contoh : • Potret Kerja Petani keringat petani memenuhi lahan nan subur rumput hijau menjadi saksi kerja mereka pada bukit itu hidupnya bergantung kulit legam petani makin akrab dengan sengatan mentari siang itu peluh beningnya menyatu dalam doa bahwa sawah ladang mesti diolah dengan penuh arif ………………………………………………… Secara lengkap pelaksanaan pembelajaran menulis puisi dengan teknik pancingan kata, sebagai berikut : KEGIATAN PEMBELAJARAN table with 4 columns and 3 rows NO KEGIATAN GURU   KEGIATAN SISWA   1 Kegiatan Pendahuluan a. Guru bertanya tentang pengalaman hidup sehari-hari kepada siswa b. Guru bertanya tentang pengalaman menulis sebuah puisi; terutama kesulitan kesulitan yang dihadapi siswa c. Guru bertanya tentang keuntungan menulis puisi bagi diri sendiri dan orang lain a. b. c. Siswa mengemukakan macam macam pengalaman hidupnya, baik di lingkungan rumah atau sekolah Siswa menyampaikan kesulitan kesulitan yang ditemui ketika menulis sebuah puisi Siswa menyebutkan keuntungan menulis puisi bagi dirinya dan orang lain   2 Kegiatan Inti a. Guru membagi puisi model kepada para siswa dan mengajak mereka untuk mencermati puisi itu dengan saksama b. Guru menyampaikan tiipografi sebuah puisi : · Judul, yang menarik pembaca a. b. Siswa mencermati contoh puisi bertema lingkungan. Siswa memperhatikan tipografi puisi : · Judul puisi · Teknik penulisan : baris table end • Teknik penulisan baris dan bait • Teknik penuangan gagasan, dari mengawali puisi, mengembangkan isi puisi, dan mengakhiri puisi • Teknik pengembangan imajinasi c. Guru menyampaikan tugas agar siswa mencermati kata-kata kunci secara individu d. Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk berlatih membuat baris puisi berdasarkan kata kunci e. Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk menilai puisi model f. Guru menugaskan kepada siswa menulis puisi bertema lingkungan g. Guru memberi kesempatan siswa untuk melakukan diskusi penulisan puisi yang baik dalam kelompok h. Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk memajang karyanya di depan kelas i. Guru memberi kesempatan kepada siswa wakil kelompok untuk membacakan puisi ke depan kelas j. Guru memberi kesempatan kepada siswa dalam kelompok untuk menilai puisi yang telah dibacakan tentang : • ide pengalaman pribadi • pilihan kata • rima c. d. e. f. g. h. i. j. dan bait • Teknik penuangan agagasan : dari mengawali puisi, mengembangkan isi puisi, dan mengakhiri puisi • Teknik pengembangan imajinasi Siswa mencermati kata-kata kunci Siswa berlatih menulis barisbaris puisi berdasarkan katakata kunci yang ditentukan Siswa menilai puisi model. Siswa menulis puisi bertema lingkungan secara utuh Siswa mendiskusikan penulisan puisi ciptaannya yang baik dalam kelompok. Siswa memajangkan puisi ciptaannya sesuai dengan kelompoknya pada tempat yang tersedia. Siswa (wakil dari kelompok) membacakannya ke depan kelas. Siswa menilai puisi teman kelompok lain : · ide pengalaman pribadi, · pilihan kata · rima · amanat, · kreativitas bahasa table with 3 columns and 2 rows   · amanat · Kreativitas bahasa k. Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk mendiskusikan kembali temuannya dalam kelompok awal l. Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk memberikan tanggapan yang disampaikan temannya dari kelompok lain m. Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk membentuk kelompok baru n. Guru memberi waktu kepada siswa untuk mendiskusikan puisi ciptaannya dalam kelompok baru o. Guru menugaskan siswa wakil dari kelompok baru untuk membacakan puisi ke depan kelas p. Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk menilai puisi buatan teman dari kelompok lain q. Guru menugaskan kepada siswa untuk memberikan tanggapan atas pembacaan puisi kelompok lain k. Siswa mendiskusikan kembali hasil temuannya dalam kelompok awal. l. Siswa memberikan tanggapan atas temuan-temuannya dari puisi dari kelompok lain. m. Siswa membentuk kelompok baru beranggotakan 7-8 orang. n. Siswa mendiskusikan kembali puisi ciptaannya dalam kelompok baru. o. Siswa (wakil dari kelompok baru) membacakan puisi ke depan kelas. p. Siswa menilai puisi buatan teman lain kelompok secara umum. q. Siswa memberikan tanggapan atas penilaian puisi dari kelompok lain. r. Siswa (wakil dari kelompok) membacakannya ke depan kelas.   3 Kegiatan Penutup a. Guru mengajak siswa melakukan refleksi terhadap proses dan hasil penulisan puisi b. Guru memberi tugas pengayaan kepada siswa supaya membuat puisi bertema lingkungan a. Siswa menulis refleksi proses dan hasil penulisan puisi bertema lingkungan b. Siswa membuat puisi bertema lingkungan sebagai tugas table end c. Guru memberi penguatan lainnya penguatan c. Siswa menyimak penguatan penguatan disampaikan guru C. Penilaian Proses dan Hasil Pembelajaran Menulis Puisi yang Aktif-Atraktif-Kreatif Pembelajaran menulis kreatif puisi menghasilkan karya berupa sebuah puisi. Karya yang dicipta oleh siswa akan dinilai oleh sesama siswa dan guru. Selama pembuatan karya di dalam kelas, guru juga dapat memberikan penilaian proses melalui pengamatan yang cermat dan akurat. 1. Penilaian Proses Penilaian proses yang diberikan oleh siswa dan atau guru dibantu dengan format sebagai berikut : table with 12 columns and 6 rows No N a m a Unsur Penilaian Proses Ketera ngan   No   Kesungguhan Keberanian Ketenangan     C B A C B A C B A Ketera ngan    1 Aan   Ö   Ö      Ö    2              3             table end Keterangan : C • Cukup B • Baik A • Amat Baik Kesungguhan • dalam mengikuti pembelajaran, aktivitas dalam diskusi Keberanian • dalam tampil membacakan puisi karyanya ke depan kelas Ketenangan • dalam penguasaan diri selama pembacaan puisi di depan kelas 2. Penilaian Hasil Kemampuan siswa yang dibentuk selama proses pembelajaran menghasilkan nilai sebagai cerminan kompetensi siswa. Karya puisi yang dicipta siswa bila dirunut memuat tiga indikator yaitu gagasan yang dipilih, pilihan kata, dan rima; merujuk pada deskripsi Kurikulum 2003 bahwa siswa kelas VII diharapkan mampu 1) menulis puisi yang berisi gagasan sendiri, dan 2) menampilkan pilihan kata yang tepat dan rima yang menarik untuk menyampaikan maksud/ide. Format penilaian hasil yang disiapkan oleh penulis adalah sebagai berikut : table with 12 columns and 8 rows No N a m a   Unsur Penilaian     Ketera ngan   No   Gagasan Pilihan Kata   Rima    No   N a m a   C B A C B A C B A Ketera ngan    1 Aan   Ö   Ö      Ö    2              3              4              dst             table end BAB III LAPORAN HASIL Pembelajaran menulis puisi dianggap sukar oleh para siswa. Kondisi ini diperparah dengan teknik pembelajaran yang ditawarkan guru kurang menarik, atau ironisnya pembelajaran menulis puisi asal berjalan. Padahal siswa kelas VII atau satu SMP memiliki daya imajinasi, kemampuan berkreasi, dan keingintahuan yang bisa dikembangkan dengan pemberian stimulus-stimulus secukupnya. Dalam rangka mengoptimalkan pembelajaran menulis puisi secara aktif-kreatifatraktif itu, penulis menawarkan teknik pancingan-kata kunci. Menulis puisi aktif berarti siswa diajak aktif menjelajahi kata demi kata, memilih kata yang tepat, aktif memadukan dengan kata-kata lain supaya tercipta deret dan baris puisi yang baik. Menulis puisi dengan kreatif artinya siswa dikondisikan tidak menerima begitu saja puisi-puisi model. Daya kreasi siswa harus ditempa agar kreativitasnya terbentuk.Menulis puisi yang atraktif, maksudnya puisi yang dicipta siswa dapat dibacakan ke depan kelas dengan baik dan mengesankan. Para siswa cukup antusias melihat puisi-puisi model yang dipampang di papan tulis. Hal ini dimaksudkan untuk mengenalkan secara langsung kepada karya sastra berupa puisi, dari tipografi, gagasan yang tersirat, pilihan kata, dan pemakaian rimanya. Siswa diajak menelusuri tiga hal pokok yang menjadi bahan kajian yakni gagasan penyair yang tersembunyi, pilihan kata, dan pembentukan rima. Setelah siswa mengerti secukupnya seluk beluk penciptaan puisi, mulailah penulis menerapkan teknik pancingan-kata kunci. Bermula dari kata kunci yang ditulis di papan, siswa dipancing untuk bisa menemukan kata lanjutannya. Hasilnya, ternyata dalam waktu relatif singkat sebuah puisi dapat tercipta. Setelah puisi tercipta, kemampuan atraktif siswa dapat diketahui lewat pembacaan puisi ke depan kelas. Dari kegiatan ini, penulis memberikan penilaian proses seperti tertera di bawah ini : table with 12 columns and 15 rows No N a m a Unsur Penilaian Proses Ketera ngan   No   Kesungguhan Keberanian Ketenangan   No   N a m a   C B A C B A C B A Ketera ngan    1 Amin   Ö   Ö      Ö    2 Andri Maryono   Ö     Ö   Ö     3 Bani    Ö    Ö    Ö    4 Bardi   Ö    Ö    Ö     5 Catur Widianto Ö     Ö   Ö      6 Dwi Kosmiyati    Ö    Ö    Ö    7 Giyanti   Ö    Ö    Ö     8 Haryono   Ö     Ö   Ö     9 Jamari   Ö    Ö   Ö      10 Joko Widodo P.    Ö    Ö   Ö     11 Lestari    Ö   Ö    Ö     12 Marjuki   Ö    Ö    Ö    table end table with 12 columns and 40 rows 13 Martini    Ö   Ö    Ö     14 Nasirun    Ö   Ö     Ö    15 Nuri   Ö     Ö    Ö    16 Nur Muslim   Ö    Ö    Ö     17 Parsih Ö     Ö    Ö     18 Parsini   Ö    Ö    Ö     19 Partimah   Ö    Ö     Ö    20 Partini   Ö   Ö     Ö     21 Poni Rahayu   Ö   Ö     Ö     22 Purwanti   Ö    Ö    Ö     23 Purwanto    Ö    Ö    Ö    24 Riyanti   Ö    Ö    Ö     25 Rubiyatun   Ö    Ö    Ö     26 Saryadi Ö    Ö     Ö     27 Sholikhin    Ö    Ö    Ö    28 Slamet   Ö    Ö    Ö     29 Slamet Suparni   Ö     Ö   Ö     30 Solihin    Ö    Ö    Ö    31 Sulastri   Ö    Ö    Ö     32 Sumadi Ö     Ö    Ö     33 Sumanto   Ö    Ö    Ö     34 Sumarni   Ö     Ö   Ö     35 Sumini   Ö    Ö     Ö    36 Suprihati    Ö    Ö   Ö     37 Sutini   Ö    Ö    Ö     38 Suyamto Ö     Ö    Ö     39 Tarmi Ö     Ö    Ö     40 Tarti   Ö    Ö   Ö      41 Tujinem   Ö    Ö    Ö     42 Tumari   Ö   Ö     Ö     43 Wahyuni   Ö    Ö    Ö     44 Wardi Ö     Ö    Ö     45 Warti   Ö    Ö    Ö     46 Warsiti   Ö    Ö     Ö    47 Winarno   Ö     Ö   Ö     48 Wiranto   Ö    Ö     Ö    49 Wiyono   Ö    Ö    Ö     50 Yadi Ö    Ö     Ö     51 Yuli Daryono    Ö   Ö     Ö    52 Yuni    Ö    Ö    Ö   table end 53 Tutik Ö Ö Ö Dalam hal kesungguhan, sebanyak 7 siswa yang kurang bersungguh-sungguh; keberanian, sebanyak 6 siswa yang kurang berani; dan ketenangan, sebanyak 3 siswa yang kurang tenang, dari 53 siswa yang mengikuti pembelajaran. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar siswa memperlihatkan kesungguhan, keberanian, dan ketenangan selama proses pembelajaran berlangsung di dalam kelas. Karya puisi yang dicipta siswa merupakan bukti kemampuan nyata siswa dalam menulis puisi. Dari karya ini, penulis menilai dengan empat indikator utama yakni gagasan yang ditetapkan siswa, pilihan kata, rima, dan tipografi secara keseluruhan. Nilai hasil yang diperoleh siswa tampak pada daftar analisis di bawah ini : Sebanyak 53 siswa yang membuat karya puisi, 8 siswa memperoleh nilai maksimal berarti karya puisinya benar-benar baik, 22 siswa memperoleh nilai 85-95 berarti karya-karyanya bagus, dan 23 siswa memperoleh nilai 70-80. BAB IV PENUTUP A. Kesimpulan • Pembelajaran Menulis Kreatif Puisi merupakan sebuah obsesi dalam pembelajaran menulis di sekolah. Strategi ini memungkinkan bisa memacu semangat siswa dalam latihan menulis puisi. • Pembelajaran menulis kreatif puisi yang dipadukan dengan teknik pancingan kata kunci menjadi tantangan positif bagi guru dan siswa. Sang guru dituntut lebih kreatif dalam mengemas pembelajaran. Sedangkan para siswa dapat terpacu daya kreasinya dalam menulis puisi secara kreatif. Semoga. B. Saran • Pembelajaran menulis puisi yang menarik bisa disiasati dengan menampilkan teknik pancingan-kata kunci. • Rekan-rekan pengajar bahasa Indonesia hendaknya tidak mudah puas dengan pembelajaran menulis puisi yang terkesan menoton. • Salah satu alternatif pengemasan pembelajaran menulis puisi yang aktif-kreatif-atraktif adalah dengan menarapkan teknik pancingan-kata kunci. Mari kita gemar berinovasi demi wujud pembelajaran bahasa Indonesia yang mengesankan! DAFTAR PUSTAKA Aoh K. Hadimadja. 1981. Seni Mengarang. Jakarta: Pustaka Jaya. Aveling, Harry. 2003. Rahasia Membutuhkan Kata. Magelang: Indonesiatera. Burhan Nurgiyantoro. 1995. Teori Pengkajian Fiksi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. Departemen Pendidikan Nasional. 2003. Kurikulum 2004 Standar Kompetensi Mata Pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia. Jakarta. Indra Jaya Nauman. 2002. Citra Lingkungan Hidup dan Kehati. Yogyakarta: Adicita Jamaluddin. 2003. Problematik Pembelajaran Bahasa dan Sastra. Yogyakarta: Adicita. Luxemburg, Jan van., Mieke Bal, dan Willem G. Westseijn.1984. Pengantar Ilmu Sastra. Jakarta: PT Gramedia. Riris K. Toha-Sarumpaet. 2002. Sastra Masuk Sekolah. Magelang: Indonesiatera. Segers, Rien T. 2000. Evaluasi Teks Sastra (Edisi terjemahan: Suminto A. Sayuti). Yogyakarta: Adicita Selden, Raman. 1993. Panduan Pembaca Teori Sastra Masa Kini. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. Suminto A. Sayuti. 2000. Berkenalan dengan Prosa Fiksi. Yogyakarta: Gama Media. Teeuw, A. 1984. Sastra dan Ilmu Sastra. Jakarta Pusat: Pustaka Jaya. Umar Junus. 1985. Resepsi Sastra : Sebuah Pengantar. Jakarta: PT Gramedia. LAMPIRAN PUISI KARYA SISWA SAJAK PETANI Baginya Keperkasaan bukanlah tontonan Otot-ototnya yang kuat kokoh Hanyalah demi butir-butir Padi yang berisi Urat-urat tubuh yang kesat Di badannya dan tangannya Adalah demi sawah yang subur Padi yang menguning berjajar rapi Seribu tetes peluh dari dahinya Ia korbankan Ia persembahkan bagi anak, istri Dan bagi makmurnya bangsa Serta negara tercinta Indonesia Karya Rodiyatun KETIKA HUJAN MENIMPA DESAKU Ketika musim pancaroba telah tiba Dari kemarau masuk ke penghujan Penuh rahasia Ada bahagia, terkadang derita pula Ah, bencana … Tanah longsor dan erosi oleh hujan Tanah desaku sebagian hanyut, merana Di desa sebelah Hujan itu tak begitu merisaukan Tanah lapang perbukitan Kan menampung ribuan kubik air Hujan membasahi bumi desa Karya Fibriyanti Panji Lestari BIODATA PESERTA LOMBA KEBERHASILAN GURU DALAM PEMBELAJARAN TINGKAT NASIONAL TAHUN 2004 1 Nama ESROQ HERU PRASETYO, M. Hum. 2 N I P 131767871 3 Jabatan Guru Pembina 4 Pangkat/golongan ruang Pembina/IVa table with 3 columns and 24 rows 5 Tempat dan tanggal lahir Wonogiri, 20 November 1965   6 Jenis kelamin Laki-laki   7 Agama Islam   8 Mata pelajaran yang diajarkan Bahasa Indonesia   9 Masa kerja guru 16 tahun   10 Judul karya tulis PEMBELAJARAN MENULIS PUISI BERBASIS PERTANIAN MELALUI TEKNIK PANCINGAN-KATA KUNCI DI SMP NEGERI 2 SELO   11 Pendidikan terakhir Pascasarjana   12 Fakultas/jurusan Linguistik, Pengajaran Bahasa   13 Status perkawinan Kawin   14 Sekolah a. SMP Negeri 2 Selo         14   Sekolah   b. Jalan Tembus Boyolali-Magelang Selo 57363 14   Sekolah   c. Jrakah 14   Sekolah   d. Selo 14   Sekolah   e. Boyolali 14   Sekolah   f. Jawa tengah 14   Sekolah   g. 08121546412 15 Alamat rumah a. Dawung RT 02 RW 06        15   Alamat rumah   b. Pulisen 15   Alamat rumah   c. Boyolali 15   Alamat rumah   d. Boyolali 15   Alamat rumah   e. Jawa Tengah 15   Alamat rumah   f. (0276) 325820 16 Kegiatan dalam masyarakat a. Sekretaris BP 3 MIN Boyolali b. Ketua Komite TK Muslimat NU II Dawung   17 Lomba Keberhasilan Guru yang pernah diikuti Dua kali dan belum pernah juara (hanya masuk finalis pada tahun 2002) table end Mengetahui Boyolali, 10 September 2004 Kepala SMP Negeri 2 Selo Peserta Lomba, Esroq Heru Prasetyo, M.Hum. Esroq Heru Prasetyo, M.Hum. NIP 131767871 8697 8698 Yth. PANITIA LOMBA KEBERHASILAN GURU DALAM PEMBELAJARAN TINGKAT NASIONAL Direktorat Tenaga Kependidikan Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional Jalan R.S. Fatmawati – Cipete Jakarta 12410 Pengirim : Esroq Heru Prasetyo, M.Hum. Guru SMP Negeri 2 Selo Jalan Tembus Boyolali-Magelang Jrakah Selo Boyolali 57363 Hp 08121546412 GURU SEBAGAI PEMER Lampiran Pola Pancingan Pertama tapak kaki … senyum daun tembakau pagi hari … … cangkul setia … petani … tangan kokohnya … … tanah ladang hamparan tembakau … … umur dua bulan hijau daunnya … … petani … tapak kaki … seyum daun tembakau … Lampiran Pola Pancingan Kedua cangkul setia dingin menggigil lahan petani aroma khas pupuk kandang semangat kerja peluh petani ladang dendang ladang tembakau lambaian tebing merapi puncak dendang petani panen

No comments:

Post a Comment

please your messege!comment please!